Wanita Islam Indonesia

acara pengukuhan kepegurusan aliansi keluarga kokoh

alhamdulillah sudah dilaksanakan pengukuhan kepengurusan aliansi Keluarga Kokoh Bermartabat,

pada hari rabu, tanggal 25 Juli 2012

bertempat di : Aula Kompleks DPRRI Kalibata, Jakarta selatan

sudah disepakati sebagai Sekjen Aliansi adalah Ibu Prof Dr Hj Masyitoh

Chusnon MAg.

Sambutan dari Sekjen Aliansi Ibu Prof Dr Hj Masyithoh Chusnan MAg.

Latar belakang lahirnya aliansi ini adalah kesamaan sikap dan keprihatinan terhadap situasi moral anak bangsa yang sangat membutuhkan perhatian kita semua sebagai orang yang peduli dengan generasi muda saat ini.

Dengan situasi tersebut, kita harus berbuat.

Bagaimana langkah2 yang harus kita lakukan, nanti akan kita siapkan acuan untuk melaksanakan program2 aliansi ke depan. Aliansi ini dari berbagai elemen, tidak didukung oleh satu partai politik, jadi bersifat independen.

pada kesempatan ini juga disampaikan pernyataan sikap dari aliansi, sebagai berikut :

Pernyataan Sikap Aliansi Keluarga Kokoh Bermartabat

Dalam Undang-undang Perlindungan Anak terdapat pernyataan bahwa “…. Anak adalah tunas, potensi dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa, yang memiliki peran strategis dan memiliki ciri dan sifat khusus yang menjamin eksistensi Negara dan bangsa pada masa depan.

Pada kenyataannya, kami menilai bahwa perlindungan anak Indonesia seperti yang dicita-citakan  dalam undang-undang, masih jauh dari kondisi ideal. Anak dan remaja Indonesia saat ini menghadapi ancaman yang kompleks, yang beresiko terhadap tumbuh kembangnya secara fisik, mental maupun sosial. Ancaman yang sangat serius adalah belum terlindunginya anak dan remaja secara penuh dari peredaran pornografi dan narkoba.

Peredaran narkoba dari hari-ke hari, seperti kita saksikan di berita-berita televisi, semakin banyak dan mudah dijangkau. Menurut penelitian ( Ahli bedah saraf dari San Antonio, AS, Donald Hilton Jr MD 2008, dan Mark Kastelmen 2006), adiksi pornografi dan adiksi narkoba mampu merusak 3 hingga 5 bagian otak, termasuk bagian otak yang berfungsi sebagai direktur yakni Pre Frontal Cortex atau PFC, yang memungkinkan kita untuk mampu membuat perencanaan, mengontrol diri dan emosi, mengetahui konsekuensi dan mampu mengambil keputusan. Bagian otak ini baru matang pada usia 20 – 50 tahun. Jika tidak dilakukan pencegahan dan perlindungan secara serius, akan berakibat kerusakan fungsi otak secara permanen.
Sejalan dengan kondisi tersebut, anak dan remaja juga mengalami tekanan yang berat dari sekolah dan rumah. Mereka dituntut untuk menghasilkan nilai akademis yang tinggi agar lulus untuk masuk ke level pendidikan selanjutnya, sementara pada umumnya mereka kurang memperoleh perhatian dan tidak memperoleh pendampingan yang memadai dari orang tua.  Situasi ini makin memberi kesempatan kepada anak dan remaja untuk hidup bebas tanpa nilai dan norma-norma agama. Serta memungkinkan mereka mengkonsumsi narkoba dan melakukan seks bebas yang berakibat pada prilaku aborsi dan resiko terkena HIV AIDS.
Melihat perkembangan situasi ini, kami merasa prihatin lebih-lebih ketika pemerintah melalui Menkes memutuskan untuk memberikan kondom kepada pelaku seks beresiko termasuk remaja dan pemerintah menyediakan dana Rp 24.8 M untuk program tersebut. Menurut kami, program pemberian kondom, yang akan secara langsung dan tidak  langsung akan menerpa remaja, bukannya menurunkan angka aborsi dan penderita HIV AIDS, malah justru beresiko meningkatkan perilaku seks dan meningkatkan angka penderita HIV AIDS.
Oleh karena itu, kami menyatakan sikap :
1.      Menolak kebijakan Pemerintah yang menjadikan kondom sebagai solusi utama untuk mencegah HIV AIDS. Pembagian kondom secara gratis berarti membenarkan prilaku seks bebas.
2.      Mendorong Pemerintah mempercepat kerja Satgas Pornografi dan menuntut adanya regulasi keberadaan Warnet dan peredaran Game Online.
3.      Mendorong pemerintah untuk segera menyelesaikan PP tentang UU anti Pornografi dan Porno Aksi dan mensosialisakannya ke lembaga terkait dan masyarakat luas.
4.      Menghimbau Pemerintah untuk dengan tegas menindak dan berani menjatuhkan hukuman bagi mereka yang terlibat dalam pembuatan dan peredaran narkoba yang sekarang ini belum dieksekusi.
5.      Menghimbau kepada Pemerintah untuk mempertimbangkan secara religi dalam membuat keputusan dan membangun komunikasi yang baik dengan berbagai elemen masyarakat.
                                                                        Jakarta, 25 Juli 2012
                                                                        Prof Dr Hj Masyitoh Chusnan, MAg
                                                                        Sekretaris Jenderal

4 comments

  1. vira says:

    videonya mana nih?

  2. aisyah rahim says:

    sebuah langkah yg tepat untuk memberikan ruang gerak bagi wanita islam untuk membantu pemerintah dalam hal membangun jiwa dan raga serta lebih mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia, smg sukses, amin

  3. aisyah rahim wi sulbar says:

    bgm sulbar go go go Allahu Akbar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *