Wanita Islam Indonesia

Profil

PENDAHULUAN

Wanita Islam lahir di Yogyakarta pada tanggal 22 Dzulqaidah 1382 H, bertepatan dengan 29 April 1962 M, hasil musyawarah besar para tokoh “Badan Kesejahteraan Wanita Islam” dari berbagai propinsi mengadakan musyawarah di Yogyakarta untuk tukar – menukar pengalaman dan menyatukan organisasinya di bawah satu pimpinan supaya usaha lebih efektif dan teratur.Pada waktu itu terpilih sebagai Ketua Umum PP. Wanita Islam pertama adalah Ibu Zaenab Damiri,dengan Penasehat Ibu Hj. Agus Salim dan Ibu Sudirman (istri almarhum Jendral Sudirman). Sejak tahun 1975 PP. Wanita Islam berpindah keJakartasebagai Ibu Kota Negara RepublikIndonesiasebagai Ketua Umumnya Ibu RAB. Sjamsuridjal. WI sebagai organisasi kemasyarakatan yang berazas Islam dan bersifat independent, tidak tergantung pada individu, ormas/ parpol maupun organisasi lainnya. Saat sudah memiliki : 31   Pengurus Wilayah ( PW ) di tingkat provinsi, dengan 260 Pengurus Daerah ( PD ) di tingkat kota/ kabupaten, dan 888 Pengurus Cabang ( PC ) di tingkat kecamatan.

TUJUAN

Wanita Islam bertujuan :

  • Mewujudkan masyarakat adil dan makmur, yang diridhai Allah Subhanahu Wata’ala.
  • Mewujudkan pribadi – pribadi muslimah yang beriman dan bertaqwa, berakhlaq karimah serta mampu memahami dan mengamalkan ajaran Islam dalam segala bidang kehidupan secara kaffah.

KEGIATAN – KEGIATAN

Wanita Islam mengembangkan kegiatan dalam progran khusus dan umum yang diklasifikasikan melalui bidang – bidang yaitu Bidang Da’wah, Bidang Pendidikan, Bidang Sosial Kesejahteraan, Bidang Ekonomi dan Koperasi / BMT Bidang Organisasi dan Pembinaan Kader, Bidang Hukum dan Politik, Bidang Hubungan Masyarakat, Bidang Kesehatan dan Lingkungan serta Bidang Hubungan Luar Negeri/ Ekstern.Kegiatan  Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak dari keluarga tidak mampu menjadi fokus utama kegiatan WI. Kegiatan dilakukan dalam berbagai bentuk seperti pelatihan, seminar, workshop, ceramah agama, majelis ta’lim, bakti sosial, mengelola pendidikan khususnya PAUD dan TK, dan pesantren untuk anak tidak mampu dari berbagai daerah.

Dalam melaksankan kegiatan tersebut, Wanita Islam sebagai Organisasi Sosial NGO senantiasa berkoordinasi dan bermitra dengan Instansi pemerintah, non pemerintah baik dalam maupun luar negeri dalam berbagai program kegiatan baik tingkat nasional maupun regional: Kementerian Dalam Negeri, Kementeran Agama, Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak, Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Negara Informasi dan Komunikasi, Kementerian Koperasi & UKM, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, KOWANI, BKOW,  BMOIWI, Perguruan tinggi, Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK), MUI, Dewan Dakwah, organisasi sosial lainnya, UNICEF, UNDP, IDB, IMWU. Selain itu Wanita Islam juga menjadi anggota aktif Regional Islamic Da’wah Council of Southeast Asia dan Pasific (RISEAP) yang berpusat di Kuala Lumpur, Malaysia.

Kepedulian Wanita Islam terhadap moral bangsa diwujudkan dengan antara lain GERAKAN NASIONAL ANTI PORNOGRAFI (GENAP) pada tahun 2001,  kesepakatan kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), serta membentuk Pokja Narkotika Wanita Islam dan telah menghasilkan pedoman bagi pelatihan dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan pendekatan agama. Di bidang ekonomi memiliki program peningkatan ekonomi keluarga sakinah melalui Baitul Maal Wat Tamwil ( BMT ) dan koperasi sebagai unit pengembangan usaha mikro, dan berbagai kegiatan pelatihan, seinar dan workshop.

Wanita Islam dalam melaksanakan berbagai kegitan juga mempunyai Lembaga Otonom yang mengurus rumah tangganya sendiri sesuai dengan ADART WI dan Undang – undang/ peraturan yang berlaku.. Lembaga otonom ini dibentuk agar pengelolaan kegiatan lebih terfokus, lebih berkembang dan lebih mandiri untuk lebih meningkatkan efisiensi dan efktifitas .

LATAR BELAKANG BERDIRINYA ORGANISASI WANITA ISLAM

Pada tanggal 27 s/d 29 April 1962 Para tokoh dari “ Badan kesejahteraan Wanita Islam” dari berbagai tempat : Jawa Barat, Jawa Tengah dan  Jawa Timur mengadakan musyawarah di Yogyakarta untuk tukar – menukar pengalaman dan menyatukan organisasinya di bawah satu pimpinan supaya usaha lebih efektif dan teratur.

Dihadiri oleh Panglima M. Sarbini Brigadir Jendral TNI sebagai Pangdam Diponegoro. Beliau memberikan sambutan yang menyampaikan bahwa Wanita Islam berperan dalam berdaya upaya mewujudkan cita – cita perjuangan Nasional Indonesia pada waktu itu antara lain :

  • Mewujudkan Negara RepublikIndonesiayang berbentuk Kesatuan dan berdaulat penuh dari Sabang sampai ke Merauke.
  • Mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, sejahtera dan merata.
  • Mewujudkan dunia yang bersih dari kolonialisme, imperialisme, menuju perdamaian dunia yang sempurna.

Juga dihadiri oleh BPH Prabuningrat selaku Penguasa Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan sambutan dengan menyampaikan bahwa : Wanita Islam lahir dalam kondisi yang demikian genting, Wanita Islam sanggup berhadapan muka dengan seribu satu kesulitan dan rintangan yang harus diatasi dengan rasa pengabdian dan penuh tanggung jawab terhadap Nusa dan Bangsa.

Wanita Islam mempunyai perasaan yang tajam, pikiran yang sehat dan merasa dirinya mendapat panggilan jiwa untuk turut menyelamatlan rakyat kita yang sampai sekarang masih dalam keadaan menderita. Musyawarah kesejahteraan Wanita Islam Indonesia yang diadakan di Yogyakarta dari tanggal 27 s/d 29 April 1962 telah mengambil keputusan sebagai berikut :

  • Badan Kesejahteraan Wanita Islam Indonesia menjadi suatu Organisasi wanita bernama WANITA ISLAM.
  • WANITA ISLAM berasas ISLAM dan bekerja dalam lapangan Keagamaan, Sosial dan Ekonomi.
  • Tempat kedudukan Pimpinan Pusat di Yogyakarta.
  • Pucuk Pimpinan terdiri dari :
  • Ibu Zainab Damiri                              Ketua Umum
  • Ibu A.R. Baswedan                             Ketua I
  • Ibu Sjamsuridjal                                  Ketua II
  • Ibu Sunarjo Mangunpuspito          Ketua III
  • Ibu Mr. Imam Suhadi                        Penulis I
  • Ibu Uni Djaroh Sontosiswojo         Penulis II
  • Ibu Djamilah Busroni                        Penulis III
  • Ibu Aminah Darban                           Keuangan I
  • Ibu Roichanah Zuber Hamidi        Keuangan II
  • Ibu Siti Darojah Sjafii                        Keuangan III
  • Di Ibu Kota Jakarta diadakan Perwakilan yang dipimpin oleh ibu Sjamsuridjal.
  • Para penasehat terdiri dari : 1. Ibu Hadji Agus Salim dan 2. Ibu Sudirman (isteri almarhum Bapak Djendral Sudirman).