Wanita Islam Indonesia

Sikap Ummat Islam menghadapi Pemilu 2014

http://www.islamedi a.web.id/ 2014/02/sikap- ummat-islam- menghadapi- pemilu-2014. html

Tahun
2014 ini adalah tahun politik. Pasalnya, perhelatan akbar pesta demokrasi akan
digelar di tahun ini. Rakyat akan kembali memilih wakilnya yang duduk di
parlemen beserta presiden yang akan memimpin pemerintahan.

Wajar
saja jika momentum ini akan sangat menentukan nasib bangsa Indonesia setidaknya
untuk lima tahun ke depan. Maka, sudah seyogianya ummat Islam memaksimalkan hak
pilihnya agar pemimpin yang nanti terpilih adalah benar-benar yang siap
melayani ummat dan berbakti kepada Islam dan Indonesia.

Musuh
Islam Mengancam Di tengah melemahnya partisipasi warga dalam Pemilu, sikap untuk menjadi golput
justru sebenarnya tidak bertanggungjawab.

Mengapa?
Sebab dengan tidak memilih sebenarnya kita telah membiarkan kekuatan-kekuatan lain untuk berkuasa bahkan nanti menindas dan mendzalimi akidah dan
kesejahteraan kita.

Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) KH. Fahmi Salim, MA
mengatakan, Sekarang para aktivis JIL, Syiah, pluralis, sekuleris dan
liberalis berlomba-lomba masuk ke parlemen. Apakah kita diam saja membiarkan?

Demokrat, Golkar dan PDIP Juara Nasional Lomba Korupsi | KabarNet –
http://kabarnet. wordpress. com/2013/ 02/05/demokrat- golkar-dan- pdip-juara- nasional- lomba-korupsi/ …

Tepat,
sekarang ini orang yang tak senang akan kebangkitan Islam juga berupaya masuk ke parlemen untuk mewujudkan misinya.

Mari
kita kulik satu per satu.

Pertama,
kekuatan Zionis Yahudi. Kini di republik ini telah berdiri organisasi yang
mempelopori dibukanya hubungan diplomatik antara Indonesia dengan negara teroris Israel. Namanya IIPAC (Indonesia-Israel Public Affair Commitee). Sudah
beberapa tahun terakhir, lembaga yang dipimpin Benjamin Ketang tersebut menyelenggarakan HUT Israel di sejumlah kota besar di Indonesia.

Benjamin sendiri menjadi caleg DPR RI dari Partai Gerindra. Penganut Yahudi memang
banyak bermukim di Jakarta, Surabaya dan Manado. Mereka memiliki sinagog (rumah ibadah) dan rabbi (pendeta) sendiri. Bahkan di Sulawesi Utara, mereka berhasil
membangun tugu Menorah raksasa, simbol agama mereka dengan dana APBD Provinsi yang nilainya mencapai milyaran rupiah.

Belakangan, mereka juga mengeluarkan pernyataan dukungan terhadap capres yang mereka anggap
akan mendukung perjuangan mereka yaitu Abu Rizal Bakrie dari Partai Golkar.

Memang
jamak diketahui sudah bertahun-tahun pemilik grup Bakrie ini memiliki kongsi bisnis dengan konglomerat Yahudi Eropa dari Dinasti Rotshchild dalam usaha
tambang batubara Bumi Resources.

Selain itu, sejumlah politisi juga telah nyata-nyata menunjukkan dukungan terhadap
gerakan rasialis yang menjajah bumi suci Palestina itu. Tercatat nama politisi Partai Nasdem, Ferry Mursyidan Baldan yang menghadiri resepsi HUT Israel di Singapura pada 2013 lalu. Ada pula anggota DPR dari Partai Golkar, Tantowi
Yahya yang berkunjung ke Knesset, parlemennya Israel atas undangan Australian Jewish Community.

Miris sekali. Tak terbayangkah bagaimana kejinya tentara Zionis membombardir
bocah-bocah Palestina yang tak berdosa dengan bom dan peluru?

Kedua,
kekuatan Komunis-Marxis. Komunis adalah bahaya laten. Walaupun sudah menjadi organisasi terlarang, tapi ideologinya terus berkembang. Benih-benihnya bersemai di kampus-kampus. Dan sekarang tunasnya tumbuh dan bermekaran di
partai yang berebut ke Senayan.

Ideologi anti Tuhan dan anti kepemilikan pribadi yang nyeleneh ini dulunya berada di PKI. Lalu pada era reformasi mereka berkumpul di Partai Rakyat Demokratik
(PRD). Sayang, PRD tak lolos electoral threshold. Akhirnya para aktivis kiri pemuja Che Guevara ini menyusup ke banyak tempat. Mayoritasnya ada di PDI-Perjuangan pimpinan Megawati Soekarno Putri.

Bahkan
di partai PDI-Perjuangan ini ada anggota DPR yang menulis buku Aku Bangga Menjadi Anak PKI. Namanya Ribka Tjiptaning Proletariati. Di samping itu, ada
Budiman Sujatmiko, mantan ketua PRD yang sudah duduk di Senayan (juga) dari PDIP. Masih ada lagi Andi Arief yang menjadi staf khusus Presiden SBY dan Pius
Lustrilanang yang jadi anggota DPR dari Partai Gerindra.

Ketiga,
kekuatan Salibis. Kita mungkin akan dituduh intoleran dan primordialis jika
menyinggung persoalan agama. Namun faktanya memang umat Kristen di Indonesia
juga berniat menjadikan Anak Tuhan sebagai pemimpin negeri ini. Seperti
halnya di Nigeria, penduduknya mayoritas Muslim tapi presidennya Kristen.

Organisasi
seperti Persekutuan Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) terang-terangan menyatakan niatnya untuk memenangkan caleg dan
capres Kristen.

Maka
kita melihat sejumlah nama coba mereka usung seperti Harry Tanoesoedibyo yang diusung Partai Hanura sebagai cawapres mendampingi Wiranto. Bos MNC Group ini
juga merupakan inisiator event maksiat pengumbar syahwat Miss World di
Indonesia.

Kemudian
Sinyo Harry Sarundajang ikut di Konvensi Partai Demokrat.

Selain
itu Pendeta Richard Daulay membeberkan sejumlah figur kader Gereja yang dianggap mampu maju di Pilpres di antaranya EE Mangindaan, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menparekraf Marie Elka Pangestu, mantan Menperind Luhut
Binsar Panjaitan dan mantan Pangkostrad Letjend TNI (Purn) Johny Lumintang.

Belum
lama ini lembaga survey milik mereka, Cyrus Network juga merekayasa hasil risetnya seolah-olah Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama sangat diharapkan rakyat menjadi wapres. Di sisi lain mereka juga terus mengkampanyekan Jokowi for
President dengan asumsi jika Jokowi melenggang ke RI 1 maka kursi Gubernur Jakarta akan jatuh ke Ahok.

Kita
patut bercermin bagaimana kota Manokwari di Papua nyaris mereka buat menjadi kota Injil dimana simbol keislaman dilarang. Adzan untuk shalat saja tak diperbolehkan. Naudzubillah.

Betullah firman Allah SWT dalam QS Al-Baqarah ayat 120, Dan mereka tidak akan ridha
kepada kalian, sebelum kalian mengikuti millah (agama) mereka..

Keempat,
kekuatan liberalis. Jaringan Islam Liberal (JIL) adalah musuh dalam selimut umat Islam.

Mereka
hendak menghancurkan Islam dari dalam. Bagi mereka Al-Quran itu ketinggalan zaman sehingga perlu tafsir baru yang mereka buat sesuai kehendak syahwat mereka. Menurut mereka, semua agama itu sama saja.
Dalam pandangan mereka, shalat itu tak wajib. Jilbab bagi muslimah tak wajib. Nikah
beda agama boleh. Waris beda agama sah-sah saja. Bahkan menikah dengan sesama jenis (gay/lesbi) tak jadi soal.

Beginilah
memang jika belajar Islam kepada orientalis Yahudi. Mondoknya bukan Mekkah, Madinah atau Al-Azhar, Mesir tapi di Chicago atau Montreal sana.

Tokoh
utama JIL yang mencoba masuk ke parlemen adalah Ulil Abshar Abdalla, salah satu Ketua DPP Partai Demokrat yang menjadi caleg dari partai berkuasa itu. Satu
lagi adalah Zuhairi Misrawi, yang jadi caleg dari PDIP.

Keduanya
oleh media sekuler- disebut sebagai intelektual Muslim. Namun ketika presiden Mesir yang sah dan konstitusional DR. Muhammad Mursi al-hafidz dikudeta
militer, mereka malah bertepuk tangan, tertawa gembira dan mendukung
pembantaian terhadap aktivis Islam dari gerakan Ikhwanul Muslimin. Pembakaran masjid pun mereka amini untuk mengikuti syahwat Zionis.

Memang
jamak diketahui Partai Demokrat dan PDIP adalah tempat bersarangnya aktivis liberal anti-Islam yang getol membela kebathilan seperti pornografi dan LGBT
(lesbian, gay, transgender, heterosex). Salah satu yang paling populer adalah
Rieke Dyah Pitaloka alias Oneng, politisi partai banteng yang aktif di AKKBB.

Dalam
tayangan Duel Kandidat di TV One (27/1) yang lalu, juga terlihat sejumlah
politisi parpol berbasis massa Islam yang justru berbangga menjadi pembela
pluralisme dan liberalisme. Sebut saja Saleh Partaonan Daulay (PAN), Malik Haramain (PKB) dan Ramadhan Pohan (Demokrat).

Padahal
pluralisme dan liberalisme telah dinyatakan sesat oleh MUI melalui fatwanya
dalam Munas 2005. Namun atas nama kebebasan dan hak asasi, mereka membela aliran menyimpang yang menodai dan menistakan Islam seperti ajaran Ahmadiyah.

Kelima,
kekuatan Syiah. Syiah adalah satu sekte yang menyimpang dari akidah Islam. Ajaran yang diciptakan tokoh Yahudi, Abdullah bin Saba’ ini memang sangat ekstrim.

Bagi
mereka khalifah sesudah Nabi Muhammad haruslah Ali bin Abi Thalib. Bagi muslim yang setuju dengan kepemimpinan Abu Bakar, Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan
mereka nyatakan kafir. Para sahabat Nabi yang mulia dicaci makinya. Ummahatul Mukminin Aisyah ra. difitnah dan dilecehkan.

Mereka
juga mengklaim bahwa Al-Qur’an yang dimiliki ummat Islam saat ini (Mushaf Utsmani) telah mengalami distorsi. Ada banyak ayat yang hilang, menurut mereka.

Di
sisi fiqih, salah satu ajaran paling nyelenehnya adalah dianjurkannya nikah mut’ah alias kawin kontrak. Menikah dengan perjanjian sampai batas waktu
tertentu. Tentu ini tak lain hanyalah pelacuran yang dijustifikasi atas nama
agama.

Di
Iran, Suriah, Irak dan Lebanon dimana Syiah berkuasa, ummat Islam ahlussunnah
wal jamaah ditindasnya. Di negara kita pun, pentolah Syiah mulai merambah ranah
politik. Di antaranya adalah Ketua Dewan Syura IJABI, Jalaluddin Rakhmat yang jadi caleg PDIP di Jawa Barat dan Zulfan Lindan yang jadi caleg DPR RI Dapil
Aceh 2 dari Partai Nasdem.

Setelah
membaca uraian di atas, bagaimana pendapat Anda?

Aku
percaya pada Tuhan, sesuatu yang besar dimulai dari yang kecil, semoga
perbedaan strategi antara jamaah islam merupakan kekayaan bukan perbedaan yg
merusak. Jama’ah yg terlibat dalam pemilu dan berpartisipasi dalam parlemen
bukan tidak setuju dengan sistem khilafah, mereka juga bercita-cita
terbentuknya khilafah, tapi mereka menyadari sunatullah untuk mewujudkan
institusi islam yg sangat besar, perlu dimulai dari yg lebih kecil, dimulai
dari pembinaan pribadi muslim, pembinaan keluarga muslim, masyarakat Islami dan
kemudian memperbaiki kondisi pemerintahan dengan terlibat dalam pemilu dan
berpartisipasi dalam parlemen dan pemerintahan. Itu  adalah jalan paling realistis sesuai
sunatullah menuju penerapan syariah dan terwujudnya khilafah.

Dengan
bekal semangat dan kepercayaan yang tinggi serta strategi yang matang juga perilaku teladannya Rasulullah. Maka semangat kita dalam memenangkan dakwah
haruslah berawal dari semangat yang bermuara pada ALLAH SUBHAANAHU WATA’ALA.
Bukan semangat karena merasa besar, bukan semangat karena kita sudah pasti menang, tapi semangat karena kita yakin Allah akan menunjuki kita kepada
kemenangan dengan keikhlasan dan kemurnian taqwa. AYO TETAP SEMANGAT !!!!!

Apabila
engkau melihat seseorang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka unggulilah dia
dalam masalah akhirat.†(Hasan Al Bashri)

 “Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan.â€
(QS. Al Ma’idah: 48)

Artikel
selengkapnya di Rumaysho.Com:
http://rumaysho. com/qolbu/ lihatlah- orang-di- bawahmu-dalam- masalah-harta- dan-dunia- 296

Tidak
perlu saling hasad (iri) dan saling hasud:
http://rumaysho. com/akhlaq/ hasad-dan- saling-hasud- 3142

Satu
langkah nyata, lebih baik daripada seribu kata tanpa realita#kerjaikhlas

Allah
tidak akan mengadzab suatu wilayah selama ada orang soleh disitu. Maka dari itu, kita berusaha memperluas jangkauan dakwah agar semakin banyak wilayah yang
sejahtera dan tidak terkena adzab Allah. Sholeh itu bukan  milik sendiri. Sholeh itu dengan memperbaiki
diri sendiri dan orang lain. Karena Surga terlalu luas untuk kita sendiri. Bila ada kemaksiatan atau kemungkaran yang terjadi, selamatkanlah dengan apa yang
kita bisa. Jika tidak bisa menggunakan tangan  maka gunakan lisan kita. Jika masih tidak bisa, gunakan hati kita, dan
itulah selemah-lemahnya iman. Minimal, kita harus menegasikan kemungkaran yang
terjadi.
http://www.dakwatun a.com/2014/ 02/12/46148/ dakwah-sebagai- tugas-mulia/

semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *